Sungguh malang nasib melati putih. Hanya dijadikan sebuah perlambang yang tidak memiliki arti dan makna. Hanya menjadi sekedar sebuah keharusan dan kewajiban, juga bagian dari sebuah prosesi. Tak jarang kemudian hanya menjadi sekedar sampah dan disia-siakan begitu saja. Dipandang pun sama sekali tidak. Kalah dengan kemewahan yang ada di sekelilingnya. Namun melati putih tetap melati putih, dia tetap selalu berusaha memberikan yang terbaik. Tetap tersenyum menawan dan tetap menebarkan semerbak harumnya dengan penuh ketulusan.
Mawar berduri sering bercerita bagaimana kelopaknya yang besar dan berwarna menyala selalu membuat semua terpesona. Terpikat oleh segala keindahan yang dimilikinya dan menjadi terbuai meskipun keharumannya tak terlalu menyengat. Duri pun menjadi seolah tak ada meskipun sudah seringkali membuat luka. Bahkan dipuja dan menjadi perlambang cinta dan kasih sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar